Bahasa inggris saat ini sudah bukan lagi bahasa milik orang-orang inggris. Tetapi sudah mendunia. Bahkan yang lebih populer adalah bahasa inggris-nya orang Amerika. Katanya sie beda, tapi bedanya dimana gak tau juga sie. Mungkin kalo di Amerika banyak kata-kata umpatan yang cocok bagi sebagian orang di dunia ini. hehehe.
Bagaimana dengan tukang becak? Seiring dengan banyaknya wisatawan asing yang mampir ke Endonesya, tukang becak pun mulai belajar berbahasa Inggris. Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada, kemauan keras tukang becak untuk belajar bahasa asing akhirnya membuahkan hasil. Banyak tukang becak yang sudah bisa berkomunikasi dengan wisatawan asing. Sungguh luar biasa tukang becak yang demikian itu.
Hal yang terpenting dalam komunikasi adalah pesan atau informasi tersampaikan. Walaupun kadang dalam menggunakannya tidak memperdulikan grammer yang ada. Yang penting bagi tukang becak “Turis minta diantar kemana saya tahu, saya minta upah berapa turis tahu”, “Saya mengantar turis sampai tujuan dan turis memberi saya uang”. Habis perkara.
Jadi kadang-kadang lucu juga ketika melihat dialog antara tukang becak dan wisatawan berikut ini :
Tukang Becak : “Will go where you, ser?”
Turis : “Prambanan, please. How much?”
Tukang Becak : “Fifty thousands yes ser yes?”
Turis yang agak ngerti bahasa Endonesya itu pun menjawab : “No no, kemahalen”
Tukang Becak pun mengiba : “Mbok fivti tousend ser? OK sir?”
Turis pun mengiyakan : “OK. Let’s go”
Dari yang demikian tersebut pun komunikasi dapat terjadi. Dan keduanya mendapatkan yang diinginkan. Turis sampai ke tujuan, tukang becak pun dapat upah yang sesuai. Walaupun turis tidak mengenal kata “yes sir yes”(maksudnya ya pak ya) dan kata “mbok”, tapi turis paham maksud si tukang becak tersebut.
Kadang kita cuma terbelenggu oleh grammer yang ada sehingga kita takut untuk mencoba. Yang jelas paling tidak kita yang pernah “makan bangku sekolahan”, baik itu SD, SMP, SMU/SMK atau bahkan kuliah mempunyai bekal grammer yang cukup sehingga pengucapanya tidak asal-asalan.
Khan lebih baik mencoba, walaupun salah. Nah, selamat mencoba berbicara bahasa inggris…
Incoming search term
| cerita pengalaman pribadi nganggo basa jawa | percakapan bahasa inggris antara turis dan pemandu wisata | percakapan dengan turis amerika dalam bahasa inggris | dialog lucu turis dan orang jawa | percakapan bahasa inggris di tempat wisata | artikel berita nganggo bahasa jawa | dialog bahasa inggris 2 orang tentang berterima kasih | kata lucu tukang becak | pengalaman lucu berbahasa inggris | dialog bahasa inggris 2 orang tentang berterima-kasih |
Tags: bahasa inggris, becak, jogja, yogyakarta
Nek neng kantor yo dibiasakke nganggo enggres dab
Saya seorang perempuan Belanda yang belajar bahasa Indonesia sebelum berliber ke Indonesia. Kalau tukang becak belajar berbicara bahasa Inggris, mudah-mudahan mereka tidak akan berlaku agresif seperti pemandu wisata di Yogya. Itu akan menggusah orang turis. Rp.50.000 jauh terlalu banyak. Upah itu cukup buat lebih daripada satu hari. Orang turis tidak bodoh dan akan merasa terkibul, kemudian tidak akan mengunjungi Indonesia lagi. Saya selalu menasihata berikutnya: tawar sampai harga lumayan, supaya orang turis tidak akan diperlakukan lebih baik daripada orang lokal. Dan harga biasa buat orang Indonesia tidak akan naik. Setelah perjalanan, beri jauh lebih banyak uang, karena tukang becak sering orang miskin. Secara ini kedua pihak akan senang.
@miss or mrs Selma : Sebagai orang Belanda, bahasa Indonesia Anda sungguh luar biasa. Kalau saja Anda tidak mengaku orang Belanda, tentu saya menyangka Anda orang Indonesia. Terima kasih atas masukan Anda. Memang kami akui seringkali Turis, terutama turis asing (foreigner) mengalami hal tersebut. Dan hal itu sebenarnya menjadi bumerang bagi bangsa kami sendiri seperti yang Anda sampaikan tersebut. Semoga bisa menjadi masukan bagi semua pihak, baik itu turis maupun tukang becak, sehingga semua sama-sama tidak dirugikan.
@admin: Terima kasih buat jawaban dengan cepat. Beserta buat perbasaan. Waktu saya di Indonesia (April 2008), kita mengira saya bekerja di sana. Tapi saya baru belajar bahasa Indonesia sejak Juli 2007. Sebelum pergi ke Indonesia, saya tidak pernah berbicara bahasa itu. Syukurlah ada internet dan Liputan6!
Saya sangat menikmati orang Indonesia, karena kebanyakan sangat sopan dan ramah. Saya kurang suka tempat wisata, karena di sana ada penjual, dan pemandu yang terlalu agresif. Itu bahkan terkenal di seluruh dunia. Perilaku mereka terpahami, tapi kurang baik. Terpahami, karena banyak orang Indonesia bisa hidup pas-pasan saja, dan mereka merasa semua orang Barat yang berlibur ke Indonesia adalah orang kaya. Itu parsial benar, kami lumayan kaya kapan kami di Indonesia. Tapi, misalnya, saya tidak kaya di Belanda. Saya tidak memiliki rumah, rumah kontrakan saja di tingkat keempat. Saya tidak bisa membayar mobilatau seorang pembantu. Bahkan, saya mengira saya tidak pernah mampu membeli rumah. Di sini harga-harga lebih tinggi daripada di Indonesia. Karena harga di Indonesia sangat rendah, saya mampu berlibur ke Indonesia untuk pertama kali. Hanya tiket mahal. Saya harus menabung buat itu.
Keadaan di sini juga sangat bebeda dengan keadaan di Indonesia. Di sini sering dingin, jadi semuanya perlu pemanas (kira-kira 150 Euro sebulan), rumah baik lumayan (kira-kira 500 Euro sebulan) dan pakaian (harga 10 kali harga di Indonesia) untuk semua musim. Asuransi kesehatan adalah wajib dan sangat mahal (kurang-kurangnya sekitar 100 Euro per orang per bulan, jadi 1,3 juta Rupiah). Kita hidup individual, jadi ada kurang tolong-menolong. Kita sering di rumah atau di kantor, kalau mau berjumpa dengan orang lain, selalu harus membuat perjanjian atau pergi ke gedung kegiatan. Hampir semua orang, baik suami maupun istri, bekerja keras. Anak-anak pergi ke Taman Kanak-kanak, orang tuanya melihat mereka baru setelah kerjaan habis. Keluarga besar sering tidak tinggal di satu daerah, jadi kita harus berjalan jauh untuk mengunjungi mereka. Tapi hampir tidak seorang pun punya banyak waktu luar.
Ya, benar, orang Indonesia belum mampu berlibur ke Belanda, karena semua harga di sini lebih tinggi dan tiket terlalu mahal buat orang Indonesia. Dan tidak ada orang miskin di Belanda seperti di Indonesia. Di Belanda kita hampir selalu akan mendapat uang dari pemerintah, kalau perlu, yang masih cukup buat hidup. Jadi, mengenai keuangan, kami bisa hidup dengan kurang keprihatinan daripada banyak orang Indonesia.
Karena itu, saya akan membawa mainan buat anak-anak waktu saya mampu pergi ke Indonesia lagi, dan saya akan memberi sebanyak-banyaknya kepada orang miskin. Penerangan kepada wisatawan luar sangat penting, kebanyakan mereka kurang memahami tukang becak adalah orang miskin. Kalau tahu itu, barangkali wisatawan Barat akan menolong. Tapi tukang becak lebih baik tidak bertanya berapa uang kita mendapat, karena di Belanda tidak sopan untuk bertanya tentang upah.
O ya, saya jatuh cinta dengan orang Jawa, dan ingin sekali pulang.
Lihatlah beberapa halaman internet saya tentang perjalanan ke Indonesia di:
http://members.virtualtourist.com/m/f87f4/669/
Nama “member” saya adalah “kilat”.
@Miss or Mrs. Selma (how should i call u? )
Saya sungguh bahagia, terharu dan sangat menghargai kecintaan Anda terhadap Indonesia, khususnya Jawa. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Anda karena telah memperkenalkan Indonesia ke dunia luar. Dari cerita Anda, sepertinya Anda sangat paham dengan kondisi yang ada, baik itu kondisi di Belanda maupun di Indonesia.
Harapan saya semoga Miss or Mrs Selma tidak kapok atau kecewa untuk datang lagi ke Indonesia, mungkin di lain kesempatan. Ajak juga teman untuk berbagi pengalaman.
Thank you, for everything You’ve done. Nice to know you.
@Miss or Mrs. Selma : Menguasai bahasa Indonesia dalam waktu kurang dari 1 tahun,,, sungguh hebat!!
Anda selalu boleh bilang Selma saja, walaupun kawin, itu biasa di Belanda. Saya selalu merekomendasi berlibur ke Indonesia, beserta menginap di hotel dimilik orang Indonesia serta membeli pakaian di toko kecil atau di pasar, karena lebih menyenangkan! Perusahaan besar kurang perlu uangnya daripada orang biasa. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan sifat baik: ramah, sopan dan biasanya jujur. Bangsanya masih mampu bersampai, tanpa ketergesaan, di Belanda semua selalu “harus-harus”. Saya sendiri suka Jawa, karena ketenangan bangsa.
Sayang kadang2 ada salah paham di antara orang Barat ke orang Indonesia, serta di antara orang Muslim dan orang Kristen, sebabnya kejahahilan, perbedaan budaya, dan berita media. Saya ingin mulai sebuah percakapan di antara kedua bangsa, supaya kita akan merperoleh lebih banyak paham. Karena saya bisa menulis di bahasa Indonesia, barangkali lebih mudah. Apa anda tahu di mana di internet? Saya mencoba situs anda, karena anda sudah menulis artikel yang bisa awal percakapan. Saya suka artikel anda karena serius serentak lucu. Saya ingin berterima kasih anda buat bereaksi.
@Selma,,

Tapi saya tetap merasa tidak enak kalau memanggil Anda dengan hanya menyebut nama, walaupun Anda mungkin merasa tidak apa2. Dalam budaya kami menjadi tidak sopan bila memanggil nama, apalagi terhadap orang yang lebih tua / lebih dihormati. Mungkin karena perbedaan budaya saja.
Satu hal yang membuat saya agak terkejut, saya tidak menyangka kalau tulisan saya malah disukai orang dari luar Indonesia.
Saya tadi juga sempat melihat profil Anda dan foto2 yang anda tampilkan di internet, sungguh sangat bagus.
Satu hal lagi, untuk memasang tulisan-tulisan semacam ini di internet (kalau ini maksud anda), Anda bisa membuat account weblog pribadi di http://www.wordpress.org
Gratis dan mudah. Selamat mencoba…
@admin,
Nama panggil sopan di Belanda, juga kalau berbicara dengan orang lebih tua. Hanya tidak sopan kalau belum tahu orang lain, atau kalau dia ingin dipanggil dengan Pak atau Ibu. Orang Indonesia lebih menghormati orang yang lebih tua daripada orang Barat. Itu sifat baik! Di Belanda pemuda dan dewasa lebih penting daripada orang yang sudah tua, karena mereka masih mampu bekerja. Pikiran itu kurang baik. Sayang..
Tulisan anda sungguh baik dan menyenangkan buat saya. Orang Belanda hampir tidak pernah mampu berbicara bahasa Indonesia, dan tidak membaca bahasa Indonesia di internet. Jadi, tidak bisa mengontak. Tulisan anda baik buat semua orang, barangkali bisa dikirim ke koran? Anda menulis sungguh dengan lucu dan baik!
Saya akan lihat di http://www.wordpress.org Barangkali suami saya bisa menolong. Terima kasih buat nasihatnya!
Salam hangat,
Selma
@Selma :
Terima kasih atas pujiannya. Ha ha ha, tapi tulisan saya tidak begitu bagus, bagaimana mungkin bisa dimuat di koran. Saya menulis hanya yang terlintas di pikiran saya. Saya sedang belajar menulis dengan bagus, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.
Salam hangat juga. Salam untuk keluarga di Belanda.
By Ardhi
@Ardhi:
Terima kasih buat semua bantuan! Saya sungguh merasa anda bisa mengirim artikel anda ke koran (barangkali di Yogyakarta). Mereka tidak akan membayar tapi itu adalah latihan baik. Barangkali orang lain juga akan bereaksi. Sebuah artikel saya sudah memasuki di koran online padangmedia.com (tentu saja, tanpa gaji). Tapi saya orang Belanda, jadi buat saya barangkali lebih mudah karena sudah khusus saya bisa menulis di bahasa Belanda.
Selamat mencoba!
Sampaikan salam saya juga kepada keluarga anda.
Selma.
@Selma
Saya memang berada di Yogyakarta. Tapi saya lebih suka menulis di internet. Karena lingkupnya lebih luas dan tidak tergantung dengan tema. Apa yang terlintas, itu yang ditulis.
Terima kasih supportnya. Saya jadi merasa semangat lagi untuk menulis
Sekali lagi terima kasih supportnya.
@Ardhi
Sama-sama!
Lingkupnya lebih luas? Melalui internet anda bahkan sudah mencapai negeri Belanda!
Barangkali anda bisa mencoba “WawasanDigital” http://www.wawasandigital.com/ , karena lingkupnya juga luas.
Semoga anda terus menulis artikel serius serta lucu seperti artikel anda tentang tukang becak!
Salam hangat,
Selma
@Selma,,
Terima kasih. Akan saya coba.
Salam hangat juga dari Jogja (Yogyakarta)
[...] Bahasa Inggris Bagi Tukang Becak [...]
Hallo….salam kenal sebelumnya….saya josafat dari kota Cirebon,Jawa Barat.
Tertarik membaca tulisan anda.Saya ingin menjadi sahabat anda,secara khusus mungkin bisa berbagi cerita dan pengalaman masing-masing.Dak U well ya….
halo juga ,, saya juga sangat berkepentingan dengan bangsa anda belanda,,
cukup lucu ceritanya…………………