Beberapa waktu yang lalu, mulai wordpress versi 2.8 atau 2.9 (kalo nggak salah) sudah support rel=canonical. Sebenarnya Canonical Link Element ini sudah lama diperkenalkan oleh google yaitu sekitar Februari 2009. Dan Canonical Link Element ini kemudian didukung oleh sebagian besar search engine tidak hanya Google. Sebelum wordpress mendukung link elemen ini, banyak plugin wordpress yang bertujuan untuk optimasi search engine sudah menambahkan elemen ini di fiturnya.
Berbagai macam cara dilakukan oleh google untuk memerangi duplikat konten. Hingga akhirnya memperkenalkan salah satu cara yaitu dengan link elemen canonical. Secara mudahnya untuk mempelajari link element ini, saya dulu pernah uji coba beberapa saat di blog ini dengan asal memasang link salah satu postingan di halaman utama blog. Hasilnya, halaman utama atau index menjadi tidak ada di SERP Google.
Cara memasangnya cukup mudah, tinggal tambahkan satu baris di antara bagian HEAD dokumen/halaman.
<link rel="canonical" href="http://example.com/page.html"/>
Jadi halaman manapun dari website Anda, kalo di antara bagian HEAD disertakan kode tersebut, maka akan dianggap sebagai duplikat dari halaman http://example.com/page.html dan search engine tidak akan mengindex halaman Anda. Untuk pengguna wordpress tidak usah pusing, karena wordpress versi terbaru sudah disertakan fitur ini. Canonical Link Element ini akan sangat terlihat di halaman single Anda. Sebagai contoh halaman http://example.com/page.html, http://example.com/page.html#comment dan http://example.com/page.html?comment-page-1/ akan mengacu pada halaman http://example.com/page.html. Untuk pengguna mozilla firefox versi terbaru Link Element ini akan terlihat jelas dengan munculnya ikon huruf c berwarna biru di bagian sebelah kanan address bar. Bila di klik akan mengarah ke halaman yg diacu.
Sumber :
Learn about the Canonical Link Element in 5 minutes
Specify your canonical
Incoming search term
| canonical | link canonical | post blog di elemen halaman dobel | www ardi web id |
Tags: canonical link element, duplikat konten, google, optimasi search engine, search engine, serp, wordpress
hmm… gag mudeng aku mas Ardi… Terus yang baik yuh kita masang Canonical ini atau ngga di bagian head?
maap pertanyaannya newbie banget ini… hehe…. maklum baru kemaren sore ngeblog… ^^V
lam kenal ya mas…
Kalo sekarang nggak perlu masang nggak apa-apa. WordPress secara otomatis dah masangin buat kita kok…
Saya juga newbie lho, mas beken…
oalah… gitu tho…
baru mudeng aku…
thanks infonya gan…
kok ndak ngomong2 dari doeloe sich mas …
makasih lhoo
Halah, mas, situ khan yg lebih tau…
wordpress tambah keren berarti
mantap dah..
Blognya njenengan juga makin mantap mas…
ah tenane mas..
bukane blog ini punya trafik tinggi
terimakasih atas tips ya mas, berguna sekali buat newbie seperti saya
kalo saya pake theme thesis udah ada settingan canonical URL.
Salam kenal
Kalo di wordpress sekarang, sebaiknya malah dihapus, karena bisa tertulis dobel. WordPress barus otomatis akan menambahkan baris canonical. tetapi pengaruhnya tidak terlalu signifikan sih.
yang sudah ada di wordpress atau di theme wp ??
kalau di WP nya berarti di theme2 sekarang jadi doble dong mas, mmm jadi bingung
Iya, sekarang bisa jadi double…
Wordpress yg baru sudah menyertakan, dan di theme wp juga ada…
menarik tutorialnya,simple tapi berguna,sampek saya nyasar2 di STT2
Nggak bawa peta sie, mas, jadinya nyasar2 deh
ikut menyimak kawan..
hmmmm, bisa melacak double content yah. Yang saya masih bingung adalah, apa yang dimaksud double content? Apakah sama persis atau walaupun di modifikasi tetep bisa dianggap double konten
Saya juga tidak begitu ngerti robot google menganggap berapa % yg sama dari konten dianggap duplikat.
Kalau dihalaman kita misalnya http://www.blog.com/artikel/ isinya mengacu ke hal yg sama dengan http://www.blog.com/artikel/comment-1/ maka akan diindex salah satu bisa yg http://www.blog.com/artikel/ atau http://www.blog.com/artikel/comment-1/ nya.
Kriteria double content apa ya mas? Bisa di jelasin gak, gak mudeng nih masalah beginian
kalo yg saya tau, artikel hasil kopas itu bisa dianggap duplikat konten mas…
menarik sekali mas, tapi masih lom begitu mudeng… kayaknya harus di praktekkan lalu di analisa sendiri baru mudeng
Memang lebih susah lupanya kalo mempraktekkan sendiri kemudian menyimpulkan sendiri…
aduh nasibku juga sama Mas, tolong kirimi resetter Epson T20E nya ke e-mail yaa.. nggak bisa kerja nich…
Thanks ya mas.
aku juga mau Mas, tolong kirimi resetter Epson T20E nya ke e-mail penting sekali , printerku blinking
suwun ya mas.